BismillahKu har…


Bismillah

Ku harus fokus karena yang kukejar adalah Ridha-Nya… bukan yang lain walaupun hal lain itu tampak menyilaukan mataku dan menggetarkan hatiku.

ketika memandang wajah itu maka ku bagaikan memandang mentari yang membuatku tidak berdaya untuk berusaha menoleh kembali walaupun kunang kunang senang akan cahaya, hati yang berdeguk kencang pertada panah syaitankah ataukah hal alami. menghindari keraguan hingga ku berkesimpulan untuk beralih pandang 

Jiwa Kita Rupanya Telah Dibeli Allah SWT


Bismillah..

Bloger, tahu gak kalian bahwa sesungguhnya Allah membeli jiwa jiwa & harta kita (kaum muslimin) dengan syurga ! sebagaimana yang terkandung dalam Q.S. At-Taubah ayat 111. 

Beruntunglah kita, Tuhan Rabb seluruh alam mau membeli jiwa jiwa dan harta kita dengan Syurganya. Inilah perniagaan yang paling menguntungkan. Sebelum, kita harus tahu sebab turunnya ayat ini. 

Abdullah bin Rawahah berkata kepada Rasulullah , pada malam Perjanjian Aqobah (Bai’at Aqobah), “Tentukanlah syarat sesukamu yang harus kami penuhi untuk Robbmu dan untuk dirimu yaa Rasulullah”. Maka Beliau Saw bersabda: “Aku menentukan syarat untuk Robbku agar kalian menyembahnya dan agar kalian tidak menyekutukan sesuatu apapun dengannya dan aku menentukan syarat untuk diriku agar kalian melindungiku sebagaimana kalian melindungi jiwa dan harta kalian”. Para sahabat bertanya: “apa imbalannya jika kami menepatinya ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab “SYURGA”. Merekapun berseru: “Betapa menguntungkan jual beli ini, kami tidak mau mengganti dan tidak ingin diganti”. Maka turunlah ayat ini (QS. 9 :111)

Sebenarnya jika kita benar benar tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatu. Jika kita tidak bermaksiat dengan berbuat musyrik, riya, hingga sesuatuh hal yang menjadikan kita seperti mempersekutukan Allah. Jika kita memurnikan dengan seluruh keikhlasan menyembah kepada Allah sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan oleh Allah dan rasul-Nya. InsyaAllah kita dalam perniagaan yang menguntungkan dengan Allah Azza wa Jalla

 

Pembaca sekalian dan seluruh rekan rekanku yang mengenalku

Jiwa kita telah dibeli maka otomatis jiwa kita hanyalah pinjaman yang diberikan Allah Azza wa Jalla kepada kita. Kita harus bertanggungjawab penuh dengan menggunakan jiwa ini sesuai dengan peruntukannya tanpa harus bermaksiat kepada Alla Azza wa Jalla. Sebenarnya ku merasa tersindirkan bahkan air mata ini ingin menangis. Jiwa ini yang seyogyanya adalah ciptaanya tetapi dalam surat ini Allah Azza wa Jalla menggunakan kalimat “membeli jiwa-jiwa”. Kita selalu melupakan bahkan tanpa sadar merasakan bahwa inilah kita dengan independensi “mutlak” hingga Rabb menggunakan kata “membeli” jiwa kita. “membeli jiwa” yang terkadang kita klaim sebagai kepunyaan kita hingga sesukanya kita berperilaku dzalim kepada jiwa kita dengan melakukan perbuatan keji dan munkar. 

 

 

Ini seperti kita menjual sesuatu yang bukan milik kita kepada pemilik sebenarnya dari barang yang kita jual.. sungguh Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Hasbiyallahu Hasbiyallahu Hasbiyallahu..

Dalam Lingkaran Ukhuwah


Bismillah

Sungguh menghayati nilai nilai islam sangat nyaman, kita disatukan dalam suatu ikatan ukhuwah (persaudaraan) yang menghancurkan berbagai belenggu nasab, etnis, dan ras. Ikatan ini membentuk lingkaran tidak berujung dan menaungi kedewasaan masing masing insan membentuk generasi pertama (sahabat), generasi tabiin, dan generasi berikutnya. 

Sungguh lingkaran ukhuwah itu masih ada sampai dengan saat ini. membentuk generasi generasi muda yang berjalan dalam barisan penuh idealisme dalam semangat membawa nilai nilai keislaman. Membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan. 

Tetapi, virus keraguan terkadang menghantui sepaket dengan sifat egois dan semangat fanatisme kelompok/kelembagaan yang mulai dipupuk oleh jiwa-jiwa yang penuh dengan kecemburuan, kecurigaan, hingga kekecewaan. Dalam lingkaran ukhuwah terkadang bisa bertransformasi menjadi dalam lingkaran jamaah (dalam arti sempit) bahkan bisa jadi berubah menjadi dalam lingkaran kelompok. Naudzubillah

Perpecahan adalah keniscayaan jika terjadi transformasi pengkerdilan istilah ukhuwah ini. Lingkaran yang terbentuk bukan lagi lingkaran ukhuwah yang essensial tetapi menjadi lingkaran-lingkaran kepentingan. Terkadang lingkaran ini bersembunyi dan tersembunyi dalam balutan kerahasiaan. Lingkaran lingkaran perlahan menumbuhkan rasa ketidakpercayaan dalam persaudaraan. Sehingga melahirkan bentuk interaksi baru yang tidak dilandasi oleh ukhuwah tetapi lebih kepada interaksi dengan kesamaan kepentingan. interaksi inilah adalah selemah lemahnya hubungan. 

Berhati-hatilah, berbaik sangka secara cerdas, dan perdalam keilmuan serta perbanyak amal. Semuanya akan kembali pada prinsip semua kedekatan pada mahluk (include: manusia) mengikuti kedekatan kepada Sang Khaliq. 

Bad Week On Mind


Bismillah

Seperti orang dalam pesakitan apa yang kulakukan dalam seminggu ini. Sungguh menyiksa (bukan dalam arti sebenarnya) tetapi itulah adanya sungguh menyiksa pikiran dan perasaan. Dunia ini dipenuhi oleh Bad things dan juga dipenuhi oleh Good Things yang seperti siang dan malam membentuk siklus saling bergantian dalam mendekati diri ini. 

Imam Ghazali mengatakan bahwa hidup ini akan terasa berat jika kita jauh dari Agama (Islam). Memang hidup ini akan terasa berat jika kita jauh dari Agama (Islam), jauh dari sandaran yang sangat kokoh lagi kekal yaitu Allah Azza wa Jalla. Meneropong jauh kebelakang aku seperti mengulang fase hidupku yang agak (corrupt) dimana terkadang lemahnya iman datang dalam frekuensi berkali-kali. Memang agak sedikit berlebihan aku mengulang fase hidupku yang agak (corrupt) karena tidak se “jahiliyah” di mana lampau tetapi aku merasakan bahwa aku sedang menanggung beban  yang sangat-sangat berat. 

Sebagai seorang lelaki ku menatap jauh kedepan, jauh dan semakin jauh kedepan. kutemukan banyak sekali mimpi ini yang terus terjebak menunggu untuk diselamatkan dalam kurungan realita, save our ideality. Terbang melayang dengan berusaha pijakan kaki tetap menyentuh permukaan bumi. 

Curhatan lewat kesendirian, berdiri, rukuk, dan sujud. Terkadang mengalami kekosongan dan terkadang seakan akan melihat-Nya. Sungguh masing masing dari kita berada dalam kesendirian dan menunggu pertemuan yang penuh dengan kenikmatan. Pertemuan yang diridhai. 

InsyaAllah atas ijin-Mu hingga batas raga ini.


Bismillah

Ku berdoa agar hati ini diganti dengan hati yang lain, tapi aku tidak mengehui apakah hati ini telah diganti dengan hati yang lain karena ku masih sesekali bergetar kepada yang belum di ridhai-Nya. Mungkin ini adalah cobaan agar aku menjadi hamba-Nya yang semakin kuat.

Ku ingat dalam setiap doaku

“Rabb anugrahkanlah kepada hamba cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan jadikanlah kecintaanku kepada-Mu melebihi kecintaanku kepada mahluk-Mu”

dalam renungan malam ini ku baru teringat bahwa doa harus didukung oleh perbuatan, kenapa ku masih bergetar dan bahkan terkadang pikiran ini memikirkan sesuatu yang belum pada waktunya. ku tersadar bahwa diriku masih kurang dalam bertawakal dan berusaha, Dia tidak akan mengubah keadaanku sebelum aku sendiri yang mengubahnya.

Ok, I’ll do my best from now, InsyaAllah atas ijin-Mu hingga batas raga ini.

Saatnya tidur. (bismika Allahuma ahya wa bismika amut)

Amanah itu datang tanpa disangka-sangka


Bismillah

Demi Dzat Yang Maha Mengetahui

Demi Dzat Yang Maha Berkehendak

Suatu hari tepatnya di hari Jum’at yang penuh barokah. Teman lama yang merupakan seorang aktifis di  sebuah Universitas yang terletak di Bulak Sumur mengirimkan sebuah pesan singkat lewat SMS yang inti pesannya adalah dia ingin ketemu. Tanpa menganalisis perihal pertemuan tersebut karena memang kondisiku saat itu lagi sibuk dan perhatianku lagi terfokus pada 2 hal, Pameran dan suatu pemberian yang telah  lama ingin kuberikan kepada seseorang…. (kembali ke topik)

Tibalah saatnya pertemuan di sebuah mall, kenapa di mall? karena kebetulan pameran yang kuterlibat didalamnya berlokasi di sebuah mall. langsung ke inti pembicaraan, bahwa teman lamaku bertanya kalau aku bersedia menjadi sebuah kepala departemen di sebuah organisasi yang aku tidak aktif di dalamnya bahkan ku merasakan bahwa aku adalah bagian dari orang luar yang menjadi simpatisan atau bahkan hanya pengamat sepak terjang organisasi tersebut. “What“, “Why” dan apakah saya pantas menerima tanggungjawab (amanah) yang menurutku datang tiba tiba.

ku telah belajar dari pengalaman hidupku yang beberapa kali menolak tanggungjawab (amanah) akan tetapi aku juga tidak dengan mudahnya menerima amanah yang tak pernah ku bayangkan bahkan tidak pernah ada dalam memori otakku untuk menjadi bagian inti dari organisasi tersebut. Ku mulai beristigfar dalam hati dan dalam perenungan seperdemikian detik ku mengambil kesimpulan bahwa mungkin ini adalah bagian dari cobaan Allah agar aku menjadi hambanya yang kuat. Teman lamaku bertanya kepadaku apakah aku bersedia. Aku menjawab bahwa aku butuh waktu untuk istikharah karena aku butuh perenungan dan kedekatan dengan Al Hadi (Yang Maha Pemberi Petunjuk).

Ya Rabb, tiada sesuatu yang ada di dalam alam semesta ini mahluk yang paling bodoh dan aniaya kecuali manusia, ampunilah dosa-dosa hamba, dan berilah hambamu yang bodoh dan aniaya ini petunjukmu kejalan orang orang yang engkau beri kemenangan dan jadikanlah hambamu ini termasuk dari hamba-hambamu yang menunaikan amanah yang engkau ridhai.

Big is Powerfull but Small is Beautifull


Bismillah

Big is powerfull but small is beautifull

Konsep enterpreneurship tidak akan pernah ada habisnya untuk dikupas karena enterpreneurship adalah sebuah bahasa kehidupan bagi sebagian orang. Enterpreneur atau berwirausaha merupakan bahasa kehidupan bagi sebagian orang karena dari berwirausahalah kita bisa merasakan bagaimana hidup di area yang penuh resiko, tantangan, dan sarat akan inovasi yang selalu terbarukan. Wirausaha bukan sekedar menjual karena dengan hanya duduk menunggu barang dagangan yang ditawarkan kemudian dibeli oleh konsumen bukan sebuah pengertian yang bisa mewakili dari wirausaha. Wirausaha bukan sekedar membangun pabrik dengan dukungan modal yang besar kemudian mencari agen untuk memasarkan produk atau komoditas yang kita produksi bukan pengertian yang bisa mewakili dari wirausaha. Wirausaha bukan pula sekedar mendirikan sebuah perusahaan kemudian merekrut tenaga kerja dan mendapatkan profit dari usaha tersebut. Wirausaha bisa lebih dari sekedar itu.

                Seorang dikatakan sebagai seorang enterpreneur jika ia telah mengerti dan memahami setiap langkah yang ia ambil memberikan dampak bukan hanya bagi dirinya tetapi juga bagi orang lain atau bahkan lingkungan. Seseorang akan sukses menjadi seorang enterpreneur jika setiap langkah yang diambilnya memberikan manfaat tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi orang lain dan lingkungan. Terlepas dari usaha yang dikerjakannya berskala besar maupun kecil karena sesuatu yang besarpun berasal dari yang kecil atau bisa juga usaha kecil yang akumulatif bisa memberikan dampak seperti usaha yang berskala besar, maka istilah big is powerfull but small is beautifull  bisa memberikan gambaran bahwa segala jenis enterpreneurship memiliki manfaat tersendiri.

 

Disela-sela hiruk pikuk aktifitas gedung BAPPENAS

Seakan tidak pernah terlelap dengan tarian jemari

Mentaripun menyerah

Tetapi semangat membangun manusia terus menyinari

19:45 di meja lengkung