Jiwa Kita Rupanya Telah Dibeli Allah SWT


Bismillah..

Bloger, tahu gak kalian bahwa sesungguhnya Allah membeli jiwa jiwa & harta kita (kaum muslimin) dengan syurga ! sebagaimana yang terkandung dalam Q.S. At-Taubah ayat 111. 

Beruntunglah kita, Tuhan Rabb seluruh alam mau membeli jiwa jiwa dan harta kita dengan Syurganya. Inilah perniagaan yang paling menguntungkan. Sebelum, kita harus tahu sebab turunnya ayat ini. 

Abdullah bin Rawahah berkata kepada Rasulullah , pada malam Perjanjian Aqobah (Bai’at Aqobah), “Tentukanlah syarat sesukamu yang harus kami penuhi untuk Robbmu dan untuk dirimu yaa Rasulullah”. Maka Beliau Saw bersabda: “Aku menentukan syarat untuk Robbku agar kalian menyembahnya dan agar kalian tidak menyekutukan sesuatu apapun dengannya dan aku menentukan syarat untuk diriku agar kalian melindungiku sebagaimana kalian melindungi jiwa dan harta kalian”. Para sahabat bertanya: “apa imbalannya jika kami menepatinya ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab “SYURGA”. Merekapun berseru: “Betapa menguntungkan jual beli ini, kami tidak mau mengganti dan tidak ingin diganti”. Maka turunlah ayat ini (QS. 9 :111)

Sebenarnya jika kita benar benar tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatu. Jika kita tidak bermaksiat dengan berbuat musyrik, riya, hingga sesuatuh hal yang menjadikan kita seperti mempersekutukan Allah. Jika kita memurnikan dengan seluruh keikhlasan menyembah kepada Allah sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan oleh Allah dan rasul-Nya. InsyaAllah kita dalam perniagaan yang menguntungkan dengan Allah Azza wa Jalla

 

Pembaca sekalian dan seluruh rekan rekanku yang mengenalku

Jiwa kita telah dibeli maka otomatis jiwa kita hanyalah pinjaman yang diberikan Allah Azza wa Jalla kepada kita. Kita harus bertanggungjawab penuh dengan menggunakan jiwa ini sesuai dengan peruntukannya tanpa harus bermaksiat kepada Alla Azza wa Jalla. Sebenarnya ku merasa tersindirkan bahkan air mata ini ingin menangis. Jiwa ini yang seyogyanya adalah ciptaanya tetapi dalam surat ini Allah Azza wa Jalla menggunakan kalimat “membeli jiwa-jiwa”. Kita selalu melupakan bahkan tanpa sadar merasakan bahwa inilah kita dengan independensi “mutlak” hingga Rabb menggunakan kata “membeli” jiwa kita. “membeli jiwa” yang terkadang kita klaim sebagai kepunyaan kita hingga sesukanya kita berperilaku dzalim kepada jiwa kita dengan melakukan perbuatan keji dan munkar. 

 

 

Ini seperti kita menjual sesuatu yang bukan milik kita kepada pemilik sebenarnya dari barang yang kita jual.. sungguh Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Hasbiyallahu Hasbiyallahu Hasbiyallahu..

Iklan

Perihal At-Thulab
simple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: