Cerpen Gak Jelas…


Bismillah

————————————————-

Ketika ia buka pintu kamarnya dan terucap kalimat “Assalamu’alaikum!”. Ia kemudian dengan terburu burunya ia melepas sepatu dan langsung masuk kedalam perbaringan.. tak peduli keringat dan dahaga… tak peduli seberapa jauh dan lamanya ia bertarung di jalanan yang penuh debu… Ia merenung bahwa “jalanku masih panjang”.

Jalan terjal, kehimpitan hidup, rasa lapar dan lelah..hmm alhamdulillah, dalam hati ia berkata “ku masih diberikan kenikmatan itu!”… Impian, harapan, dan cita mungkin akan semakin jauh… tapi ia punya 2 pusaka yang selalu Ia bawa setiapkali matanya ini terbuka… kepercayaan dan tekad

Kemudian ia mulai berlarian dalam renungan yang tak berujung dan tak terfokus

teringat tulisannya mengenai pemuda yang tidak punya apa apa… semakin jelas raut raut wajahnya…

kemudian ia membilas wajahnya untuk mengusir rasa kantuk yang mulai membuainya…

————————————————

Inilah hidup… Alhamdulillah…

Pemuda itu lalu menuju barang yang telah berjasa menemaninya selama hampir 1 tahun.. jari jarinya mulai menari lembut lembut kasar…

sambil tersenyum ia bergumam…” Ah yang penting ku masih bisa berbagi, ku masih bisa menyebarkan ilmu yang ku punya bahkan lewat tulisan tak baku sekalipun, ku masih bisa tersenyum, dan ku masih bisa berbagi kasih-sayang kepada sesama” apakah yang kuresahkan…

——————————–

Ia mulai hanyut dalam dunianya… pergi pagi dan pulang malam dengan membawa rasa lelah dan kantuk yang tidak tertahankan… sungguh lucu Ia masih sempat tersenyum dalam melihat, membaca, dan mendengar hamparan keagungan Sang Maha Pencipta. Ia selalu berusaha membagi pagi dan malam agar tidak terdzalimi hak haknya…

Pernah suatu kali ia teringat perkataan umar kepada sa’ad bin abi waqqash agar senantiasa zuhud dan tahukah bahwa zuhud itu tidak hanya tidak tersilaukan oleh kehidupan dunia akan tetapi juga bahwa kita mengembalikan hak-hak kepada yang seharusnya mendapatkan, berusaha memerangi kedzaliman dan menegakkan keadilan.

—————————–

Nilai adalah kesesuaian antara perbuatan, lisan, dan apa yang terkandung dalam Qalbu…

sungguh kalau tidak menjalani hukuman Ia pastilah tidak akan lupa… Ia mengeluhkan akan keseringnya ia lupa…

bahkan suatu hal yang baru di baca sekalipun…

———————————

Ia kemudian berkata bahwa “maaf apabila dengan ilmuku yang sangat dangkal ini !”, ” maaf apabila lisan ini tidak bisa berkata bijak!”,” maaf apabila ku kurang bisa berpikir cerdas!” Gumamnya berkali kali dalam hati

——————————-

Referensi: Pemuda berwajah beraut

ketika keringat keringat mulai kering

Iklan

Perihal At-Thulab
simple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: