Malu adalah Ahlaq Islam…


Bismillah

Setiap agama mengajarkan tentang akhlaq dan akhlaq islam adalah malu. sebagaimana juga dijabarkan bahwa kalimat tauhid adalah puncak dari pada iman dan salah satu cabang dari iman adalah malu.

malu adalah bagian dari akhlak, alangkah buruknya jika seorang hamba telah kehilangan malunya, sebagaimana Rasulullah SAW membiarkan orang yang telah kehilangan rasa malu dengan berbuat sesukannya. dengan hilangnya rasa malu maka seorang hamba akan mati hatinya. bagaimana hatinya tidak mati sedangkan dirinya melakukan maksiat kepada Allah SWT yang maha Melihat sekalipun ia merasa hanya sendirian…Astagfirullah hal Adzim…(diri inipun bermaksiat dalam keramaian)

ada dua jenis rasa malu

1. Malu secara fitrah/ naluriah: yaitu rasa malu yang telah ada pada diri setiap manusia, sebagaimana malunya Adam Alaihi salam ketika disingkap auratnya saat ia memakan buah khuldi kemudian ia mengambil dedaunan untuk menutupi auratnya.

2. Malu secara Ahlaq: yaitu rasa malu yang diajarkan oleh agama, malu kepada Allah SWT, yaitu rasa malu karena ia tahu bahwa Allah Azza wa Jalla selalu mengawasinya, Yang Maha Melihat, Mendengar dan Mengetahui isi hati hamba hambanya. seperti malunya seorang wanita yang pada masa Umar ra yang kala itu ia dipaksa oleh ibunya untuk mencampurkan susu dengan air dan berpendapat bahwa tidak akan ada yang tahu, khalifah umar sekalipun (padahal umar ra dan pengawalnya sedang mendengarkan percakapan mereka di balik dinding) akan tetapi ia (wanita itu) menolak perintah ibunya dengan berpendapat bahwa Allah sedang mengawasinya, Allah Azza wa Jalla Maha Melihat. inilah bentuk rasa malu dan rasa takut seorang hamba yang mulia hingga karena rasa malunya Umar ra mempersuntingnya untuk dijadikan istri dari salah seorang anaknya. ataupun rasa malunya Ustman ra hingga Rasulullah SAW merasa malu dengan menutup betisnya ketika Ustman ra bertamu di rumahnya, yang mana Aisyah ra bertanya kepada Rasulullah SAW, mengapa ia menutup betisnya ketika Ustman datang sedangkan pada saat Abu Bakar dan Umar datangpun Rasulullah SAW membiarkan betisnya terlihat. Rasulullah pun menjawab ” bagaimana aku tidak malu kepada seorang yang malaikatpun malu padanya?”

sungguh rasa malu akan membuat seorang hamba menjadi mulia.

ada 3 hal yang membuat orang dicintai oleh Allah Azza wa Jalla

1. seorang hamba yang menjaga kepalanya dan seluruh isinya (menjaga pandangan dari hal hal yang diharamkan, pendengaran dari hal hal yang diharamkan, dan seluruh anggota kepala)

2. seorang hamba yang menjaga perut dan seluruh isinya (termasuk kemaluan) karena akar semua penyakit ada di dalam perut.

3. Bertakwa dan senantiasa menyucikan diri.

 

Tambahan

sebenarnya mudah apabila kita mendapatkan pertanyaan bahwa “untuk apa kita hidup di dunia ini?”

jawabannya tentulah untuk beribadah kepada Allah SWT 🙂

 

dalam renungan akan arti dari diam

dalam dekapan malam yang selalu mengingatkan

hati yang selalu bertanya tanya apakah dirinya telah mati

 

Insan yang berusaha tersenyum dalam diamnya

karena takut dan malu

 

bulan yang tertutup oleh awan

ba’da Isya’

 

malu

Iklan

Perihal At-Thulab
simple

2 Responses to Malu adalah Ahlaq Islam…

  1. berkunjuung…ooo.. gtu ya?? *tulisannya bermanfaat

    • At-Thulab says:

      gitu gimana?…. 🙂 kenapa mesti pake *….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: