Curhat malam ini – Chapter 1


BISMILLAH

 

Malam hari ini hujan, seperti malam malam yang sudah-sudah. Aku tidak bisa melihat bulan dan bintang lagi di langit, seperti menggambarkan kedekatanku dengan makhlukNya. Sekarang ataukah nanti, atau… yang pasti Allah Azza wa Jalla seperti persangkaan makhluknya, lagipula dirimu pun hanya bisa terdiam membisu bukan?…

Jantung ini berdetak dengan kencang ketika teringat akan dua senyum, yang satunya membuatku selalu ingin menghindar karena ku takut tidak bisa mengendalikan diri dan lupa akan yang menciptakannya yang satunya selalu ingin ku peluk dan kucium kakinya karena ialah wanita yang paling kuhormati…

Bila hati hati telah terpaut, jiwa jiwa telah menyatu dalam satu ikatan kasih sayang yang bermuara pada pengharapan keridhaan-Nya, tentunya segala penghalang akan lebur bagai uapan air di siang yang terik. apakah hati ini benar benar telah terpaut dengan bermuara pada pengharapan pada keridhaan-Nya?

 

Kucukupkan setiap curhatan hatiku kusampaikan pada-Mu, Engkau telah cukup untuk memahamiku sebagai hambamu yang serba kekurangan, walaupun terkadang hamba-Mu ini memiliki banyak sekali mimpi dan cita cita, Engkau dengan penuh kasih selalu dengan setia mendengarkan segala curhatan dari seorang pemuda yang tidak memiliki apa apa. Kuakui diriku hanyalah seorang hamba yang pada fitrahnya juga memiliki rasa cinta dan kasih pada mahluk-Mu, akan tetapi telah kutanamkan dalam hati ini bahwa cinta kepada-Mu melebihi cinta hamba kepada mahluk-Mu.

ku mencintai mahluk-Mu karena kedekatannya dengan-Mu dalam batas batas jangkauan hamba ya Rabb, kecintaaanku kepada makhluk-Mu adalah bagian dari ibadah hamba kepada-Mu dengan segala batasan yang Engkau berikan, sungguh ku tidak menafikkan rasa bahwa ku juga seorang pemuda yang menaruh hati kepada sang bidadari dunia. Akan tetapi, sungguh ya Rabb, ku akan lebih memilih-Mu atau ridha terhadap keputusan-Mu padaku….

ya Rabb, sungguh hamba tidak menyadari perubahan hamba ya Rabb…dan hamba baru tersadarkan ketika hamba telah terlalu jauh melangkah… tetapi ya Rabb kucukupkan Engkau untuk selalu berada di hati-Ku.

Seorang pemuda harusnya berjiwa penuh semangat, seorang pemuda harusnya selalu menuntut ilmu demi kemuliaan dunia akhirat, seorang pemuda harusnya penuh kontributif, jadi berilah hamba kekuatan yang lebih untuk bisa menjadi seorang pemuda yang pintar, penuh semangat, dan selalu mengejar ridhamu….

 

ketika hujan rintik rintik di malam hari,

ketika terlintas dua senyum,

beristigfar dan berusahalah….

Iklan

Perihal At-Thulab
simple

3 Responses to Curhat malam ini – Chapter 1

  1. ameermuh says:

    Semoga Allah selalu mengampuni hamba2nya yang bertaubat…..

    Mampir juga gan!

  2. urwah says:

    alhamdulillah, terima kasih, saya jadi merasa dinasehati..

    • arifdjuwarno says:

      ya akhi…sama sama saling menasehati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: