Ketika seorang balita disuruh berlari


Bismillah

BAB 1

BERIMAGINASI

Ketika seorang balita disuruh berlari, apakah ia bisa berlari?

padahal sebelumnya ia hanya bisa merangkak… menangis dan tertawa…

Ketika seorang balita disuruh berlari, apakah ia bisa berlari?

padahal sebelumnya makanpun ia disuapi, sambil duduk dengan nyaman di kursi khusus

Ketika seorang balita disuruh berlari, apakah ia bisa berlari?

sedangkan ototnya belum berkembang dan sebagian masih berupa lemak

Ketika seorang balita disuruh berlari, apakah ia bisa berlari?

sedangkan tulang tulangnya masih belum kokok dan keras

 

Mengapa kita menginginkan sesuatu yang besar sedangkan hal yang kecil saja belum bisa kita dapatkan

laksana seorang balita mau mengangkat batu yang seharusnya diangkat oleh orang dewasa…

Mengapa kita menginginkan untuk mengorbit ke tempat yang jauh sedangkan untuk berlari saja kita sudah kesusahan

laksana seorang balita yang belum bisa menjaga keseimbangan disuruh naik motor… ditiup anginpun bisa jatuh.

Sebenarnya sudah merupakan kiamat kecil bagi si balita

ketika ia sudah memiliki nama dan gelar di mana mana, dikenal perkasa oleh setiap orang.

tetapi

Ia masih belum bisa berlari dengan kencang karena otot ototnya belum terbentuk dan tulangnya belum kokoh

Ia masih belum memiliki keseimbangan…bahkan kalau mau melihat kenyataan

Si balita masih kurus karena kekurangan gizi, tubuhnya masih belum proporsional.

Bahkan..

Orang tuanya masih belajar mengenal mana makanan yang baik baginya itupun masih kesulitan mendapatkan bahan makanannya karena sering tidak tersedia disaat dibutuhkan…alhasil.

Orang tuanya masih belajar bagaimana cara terbaik untuk melatih otot si balita agar bisa berjalan, itupun kalau si balita mau kesusahan untuk berdiri dan bahkan mau merasakan kesakitan ketika diberikan beban yang lebih kepada otot kakinya untuk menopang tubuhnya…alhasil.

sepenggal kisah diatas, mungkin bisa juga disebut ilustrasi bisa menggambarkan kepada kita bahwa segala sesuatu harus dari hal hal yang terkecil dan fundamental. dimulai dari tahap tahapan terendah hingga mencapai puncak tahapan tertinggi. berkonsentrasilah pada yang kecil dan fundamental untuk membangun sesuatu yang besar dan fenomenal.

Bayi Belajar Berdiri

Bayi Belajar Berdiri

 

BAB 2

BACA BUKU

bacalah buku wahai pemuda dan janganlah bermimpi untuk menjadi seorang cendekia jika tidak senang membaca buku

bagaimanakah anda mau mengaplikasikan ilmu ada secara ilmiah jika teori dasar tidak anda kuasai bahkan jangan bermimpi untuk membahasakannya ke dalam ilmu agama.

 

bacalah buku wahai pemuda dan janganlah bermimpi untuk menjadi seorang aktifis kampus jika tidak senang membaca buku

bagaimanakah anda bisa menjadi seorang aktifis kampus yang baik jika untuk menjadi seorang aktifis anda selalu pada trial and error karena terlalu minim dalam wawasan berorganisasi, wawasan dinamika, wawasan kontributif yang terarah.

 

bacalah buku wahai pemuda dan janganlah bermimpi untuk menjadi seorang mahasiswa berprestasi jika tidak senang membaca buku

bagaimanakah anda bisa menjadi mahasiswa berprestasi sedangkan untuk kata membaca anda tidak pernah anda lakukan, berprinsip pada bakat genius yang minim teori dasar, bahkan celakalah bagi yang malas.

 

bacalah buku wahai pemuda dan janganlah bermimpi untuk menjadi seorang yang sukses jika tidak senang membaca buku

Bagaimana anda bisa menjadi seorang yang sukses baik itu bidang profesi maupun bidang akademisi sedangkan anda terlalu tua untuk belajar lagi, daya lupa anda lebih besar dari pada daya ingat anda, jangan sampai anda memberikan teori yang salah kepada murid anda ataupun menerima pegawai perusahaan akuntansi dari lulusan sarjana seni.

 

Ketika pancaran sinar matahari tidak sampai menghangatkan hati yang dingin

Dinginnya malam tidak dapat memadamkan kobaran dan gejolak hati

Arif

Iklan

Perihal At-Thulab
simple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: