Maukah Engkau Mendengarkan Apa yang Telah Kualami…


Bismillah

Akhifillah…

saya hanya ingin berbagi mengenai beberapa dampak maksiat yang telah saya rasakan. Tentu saja ku tidak menafikkan bahwa diriku juga adalah seorang pelaku maksiat. Makanya aku ingin berbagi denganmu wahai saudaraku. Aku ingin memberitahukan kepadamu wahai saudaraku bahwa maksiat adalah perbuatan yang membawa banyak mudharatnya bagi dirimu wahai saudaraku.

Maksiat adalah perbuatan yang apabila kamu melakukannya wahai saudaraku maka hatimu tidak akan tenang, jiwamu akan terbelenggu oleh rasa bersalah, dan perbuatan itu akan engkau tutup-tutupi karena perbuatan tersebut merupakan aib bagimu hingga engkau tidak ingin orang lain mengetahuinya.

Akhifillah…

sebelum aku membocorkan beberapa dampak dari perbuatan maksiat yang kita perbuat maka ada satu hal yang ingin aku sampaikan kepadamu wahai saudaraku. Menjauhlah dari perbuatan maksiat maupun sumber dari maksiat, menjauhlah hingga bila engkau tidak bisa menjauhinya dengan berjalan maka menjauhlah dengan berlari darinya. tutuplah matamu jika perbuatan maksiat itu menggodamu dengan kemilaunya. tutuplah telingamu jika perbuatan maksiat itu memperdengarkan sesuatu yang enak didengar dan beristigfarlah jika perbuatan maksiat itu menggoda hatimu wahai saudaraku. Ingatlah Allah wahai saudaraku…Ingatlah Allah dan ingatlah Allah…

Akhifillah…

maukah engkau mendengarkan apa yang telah kualami?… bahwa diriku menjadi seorang yang pemalas ketika sehabis melakukan ataupun sementara melakukan maksiat…

maka…

Menjauhlah dari maksiat karena ia akan menumbuhkan rasa malas dalam dirimu wahai saudaraku. Maksiat akan mematikan semangat mudamu untuk berkarya dan bekerja.

maukah engkau mendengarkan apa yang telah kualami?… bahwa diriku menjadi seorang yang bodoh dan lemah dalam berpikir ketika sehabis melakukan ataupun sementara melakukan maksiat…

maka…

Menjauhlah dari maksiat karena maksiat adalah kegelapan hati yang akan mengalahkan cahaya hati (iman dan ilmu)

maukah engkau mendengarkan apa yang telah kualami?… bahwa diriku menjadi seorang yang Futur (iman dan amal ibadah yang surut) ketika sehabis melakukan ataupun sementara melakukan maksiat…

maka…

Larilah dari maksiat hingga Allah SWT akan mendekatimu dan menjagamu…

maukah engkau mendengar apa yang telah kualami?… bahwa doaku tidak lagi diijabah ketika sehabis melakukan maksiat…

maka…

maka…

bersihkahlah seluruh jiwa dan raga dari segala perbuatan maksiat hingga dirimu dekat dengan Yang Maha Mendengar…

maukah engkau mendengar apa yang telah kualami?… bahwa hatiku tidak tenang, jiwaku terbelenggu dan bisikan bisikan untuk melakukan maksiat makin menjadi jadi ketika sehabis melakukan ataupun sementara melakukan maksiat…

maka…

ketika ia datang menggodamu untuk pertama kalinya maka jangan pernah engkau menyambut godaan tersebut dan tetaplah istiqobah. Menjauhlah dari sumber godaan maksiat dan jangan pernah merasa dirimu bisa menahan godaan untuk bermaksiat jika imanmu tidak seperti nabi Yusuf a.s yang itupun dirinya lebih memilih di penjara (menjauh dari sumber maksiat…

maukah engkau mendengar apa yang telah kualami?… bahwa diriku menjadi seorang yang kecanduan untuk berbuat maksiat, perbuatan maksiat ibarat narkoba yang akan memaksamu untuk melakukan lagi, lagi, dan lagi… sungguh nikmat karena kemaksiatan dibaluri oleh kenikmatan dan segala kemudahan. Rasa malumu akan terkikis seiring hati yang makin mengeras. dirimu akan perlahan lahan menganggap baik perbuatan maksiat tersebut hingga tidak jelas lagi mana yang haq maupun yang bathil.

menjauhlah, larilah, karena sekali kamu terjerumus dalam liang maksiat maka engkau akan menyesal pada akhirnya…

 

Disudut ruangan, ketika menyadari sesuatu yang suci mulai terkotori

tinggal bersabarlah, isilah kembali, dan jagalah agar tidak kotor

saudaramu… 🙂

Iklan

Perihal At-Thulab
simple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: