Curhatlah Pada Sang Maha Adil


duduk di sudut ruang seorang bocah tanpa gelar

ia bingung akan apa yang ada di hatinya

ia hanya bisa terdiam, tidak bisa mengeluarkan senyum lagi pada orang itu

ia hanya bisa menundukkan pandangan yang sesekali mencuri-curi

dasar… manusia

duduk di sudut ruang seorang bocah tanpa jabatan

ia bingung tentang apakah yang terjadi dengannya di malam ini, dan malam malam sebelumnya

tentu saja hatinya hanya milik Yang Maha Pencipta

tapi pikirannya sesekali mencuri-curi pada bidadari yang ia kagumi

tak bisa di capai karena ia hanya seorang bocah

hanya bisa kagum dan sesekali mencuri-curi perhatian

karena langit malam yang gelap sesekali merindukan birunya langit pagi

sekali lagi sang bocah hanya bisa memegang erat bara risalah…

jangan engkau lepaskan genggaman risalah dari Sang Pemberi Petunjuk

karena sang bocah yakin…

duduk di sudut ruang seorang bocah tanpa harta

mengetahui terlalu banyak pengagum sang rembulan

diam, dan teruslah dalam diam

curhatlah pada Sang Maha Adil

bahwa dirimu kelak akan menjadi sebenar benarnya insan

yang tidak hanya bisa mengagumi tetapi bisa memeliharanya kelak

dengan kemampuan seorang pemuda muslim

yang memiliki dunia di tangannya bukan di hatinya

Jiwa

Jiwa

Iklan

Perihal At-Thulab
simple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: