Antara Merapi, Aku, dan Malam Ini


Bismillah

ketika merapi menyebarkan debu debunya, yang membuat semua insan tersadar akan debu di hatinya.

kemarin, sekarang, dan esok hari.

apakah ini tentang merapi ataukah hatiku yang sedang gundah dari semalam, menyembunyikan gelora di dalam hati dan selalu bertanya tanya mengenai mengapa hati ini berdegub dengan kencang. Bukan marah karena tiada kata marah untuk alasan ini. gundah menunggu, kapan bisa tersalurkan segala apa yang ada di hati seperti merapi yang belum puas-puasnya mengeluarkan segala bentuk material yang ada dalam kawahnya. Sudah pasti hal ini membuat Sang Maha Pencipta cemburu. Disaat setiap insan mengingat diriNya ,disaat alam mulai manampakkan wajahnya yang sebenarnya. Disaat itupun ku juga telah membuatNya cemburu dengan mengingatNya ketika aku terlupakan, ketika aku menjadi yang kesekian, hingga ketika aku diacuhkan.

debu debu yang menyelimuti sebagian besar dari wilayah kabupaten sleman seakan mewakili betapa hati ini telah tertutupi oleh debu, meninggi, hingga tersadar bahwa segalanya tidak bisa berfungsi dengan baik.

Cukuplah dikau telah mewakilkan perasaanku pada malam dinihari wahai gunung merapi. Saat aktifitas di bulan oktober 2010.

* mereka memang kaum yang sulit dimengerti, dan aku memang seorang yang belum berkemampuan.

 

Gunung Berapi

Gunung Berapi

Iklan

Perihal At-Thulab
simple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: