Sudahkah Anda Bersyukur ?


بسم الله الرحمن الرحيم

 

ditengah hati yang sedang gundah entah karena beberapa jam mau ujian ataukah karena hal yang lain…

Saudaraku

sudahkah anda bersyukur pada pagi ini, ketika mata anda terbuka dari buaiannya, pernahkah anda berpikir wahai saudaraku bahwa banyak sekali saudara kita yang ketika dia bangun yang ia lihat hanyalah kegelapan. Walaupun mentari mencurahkan seluruh cahanya di muka bumi ini akan tetapi yang ia lihat di muka bumi ini hanyalah kegelapan dan lebih gelap dari pada malam yang dihiasi oleh bintang bintang dan bulan. Pernahkah anda berpikir mengapa kedua bola mata ini diciptakan sepasang?. karena kita harus banyak bersyukur dengan menggunakannya sesuai dengan fitrah yang disyariatkan bukan digunakan untuk bermaksiat. Itulah arti dari bersyukur yang sebenarnya dibanding kita mengucapkan terima kasih kepada-Nya karena Allah Maha Kaya.

 

Saudaraku

sudahkah anda bersyukur pada pagi ini, ketika anda mendengarkan kicauan burung di pagi hari, bukan, bahkan sebagian insan mendapatkan anugerah mendengarkan suara adzan yang memecah keheningan di waktu subuh. Tapi pernahkah anda berpikir bahwa saudara kita di belahan bumi yang lain, terlalu jauh… mungkin tetangga kita ketika ia terbangun hingga ia akan tidur lagi yang ia rasakan bahwa dunia ini adalah dunia yang sepi hingga ia tidak dapat mendengarkan indahnya lantunan ayat suci Al-Qur’an. Lantunan syair lebih sering kita dengar daripada lantunan ayat suci Al-Qur’an. Apakah Allah Azza wa Jalla menciptakan pendengaran ini sepasang untuk kita perbanyak mendengarkan syair, aib orang lain, keburukan orang lain, hingga perkataan kotor?

Saudaraku

sudahkah anda bersyukur pada pagi ini, ketika pertama kali yang terucap dari lisan anda adalah kata “AlhamduliLLAHilladzi…” ataukah kata ” Set*n ganggu orang tidur aja loe “. Di seberang jalan di daerah pogung sana mungkin ada saudara kita yang tidak bisa mengutarakan pikiran ataupun isi hatinya dengan lisannya sendiri tetapi ia menggunakan isyarat. Sedangkan kita tanpa berpikir panjang mengeluarkan kata kata dari lisan kita bagai air mengalir hingga membuat jiwa yang lain terancam, hingga membuat jiwa yang lain tersinggung, bahkan membuat jiwa yang lain merasakan penderitaan yang mungkin lebih baik daripada pembunuhan. Apakah mulut (lisan) kita diciptakan oleh Sang Maha Pencipta untuk kita berbanyak dalam berlisan yang sia-sia?. Bukankah sebuah lisan ini diciptakan untuk kita sedikit berkata atau lebih baik diam?

Saudaraku

sudahkah anda bersyukur di pagi ini, Ketika Dia menjadikan malam sebagai waktu berselimut dan sebagiannya untuk mendekatkan diri sedangkan kita menggunakan malam untuk urusan dunia.

Saudaraku

Sudahkah anda bersyukur di pagi ini, ketika kaki anda menginjak lantai surau dan mushola reyot sedangkan sebagian jiwa masih terlelap?

Saudaraku

sudahkah anda bersyukur pada pagi ini. Anda masih dianugerahkan perasaan sedih, terharu, hingga bahagia. terlalu banyak nikmat yang kita dapatkan tetapi sedikit dari kita yang pandai bersyukur dan sayapun adalah seorang yang kurang pandai dalam bersyukur.

Ba’da Subuh ketika diri ini berkesimpulan bahwa di pagi ini hati telah bermaksiat

Sebuah senyum dari saudaramu 🙂

Syukur

Iklan

Perihal At-Thulab
simple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: