Kawan Aku Sedang Berjihad.


Jihad

Bismillah

Wahai kawan, sebenarnya aku sangat sedih melihat tingkahmu. Kawan, sampai kapan engkau akan berperilaku sebagai anak kecil. Ku tahu engkau adalah pemuda yang sedang dalam masa penuh gejolak wahai kawan. Engkau ingin menunjukkan pada dunia bahwa engkau adalah pemuda. Bukan, bukan hanya pemuda biasa tapi engkau adalah pemuda islam.

Wahai kawan, engkau bertanya mengenai kesedihanku bukan akan tingkahmu?. Kawan, kusangat sedih bahwa engkau hanya melihat dengan jelas musuh musuhmu akan tetapi engkau tidak melihat jelas siapa dirimu. Kawan, apakah engkau ingin ditertawakan oleh mereka yang telah menyakiti dan mendzalimi saudaramu?.

Wahai kawan, bukan aku ingin memutuskan asa akan tetapi ku peduli akan saudaraku. Ayolah kawan jika kita ingin diakui dunia maka kita harus diakui oleh diri kita sendiri.

Kawan pernahkah engkau mendengar Salahudin al ayubi. Ia diakui dunia bahkan musuh musuhnya bukan dari seberapa besar wilayah kekuasaannya akan tetapi seberapa mulia ia di hadapan musuh musuhnya. Kemulian itu tidak didapat dari ia mencaci maki musuh-musuhnya akan tetapi kemuliaan itu di dapat dari perilakunya sehari hari. Ia telah membentuk pribadi muslim terlebih dahulu. Ia tidak akan berani berkoar koar sedangkan ia masih bergelinang maksiat. ia tidak berani menantang musuh sedangkan ia jauh dari Rabbnya. dan iapun mendapatkan rasa hormat dari musuh-musuhnya bukan dari umpatan lisan ataupun perbuatan kasar yang ditunjukan kepada musuh musuhnya akan tetapi musuh-musuhnya memberikan rasa hormat hingga mereka bergetar ketakutan mendengar namanya karena dari hati kecil mereka berkata ” akankah pantas aku melawan manusia yang memanusiakan manusia hingga aku merasa aku bukanlah manusia “.bahkan si hati singapun memberikan rasa hormat kepada kebanggaan umat islam tersebut. Ia mendapatkan pengakuan dari dunia hingga kata kata yang keluar dari mulutnya menjadi perhitungan dari musuh musuhnya. itulah perkataan dari lisan yang selalu membaca ayat-ayat suci hingga jauh dari kata kata yang kotor.

Kawan. itulah kegundahan dan kesedihanku padamu kawan. Kita terlalu memperhatikan musuh kita akan tetapi dirimu tidak engkau benahi hingga engkau akan tersadar ketika kehinaan mendekapmu.

Kawan sampai kapan engkau akan menempatkan perjuangan tertinggi (jihad) kejalan yang salah. Jihad menuntut ilmu telah dilakukan sahabat terdahulu sebelum mereka berjihad dengan jiwanya dalam perang. Apakah engkau telah melakukannya kawan?. Hingga engkau mengenal mana yang Haq dan Bathil secara haqiqi.

Jika engkau ingin menyuarakan penderitaan yang engkau rasakan karena saudaramu didzalimi maka lakukanlah dengan cara yang mulia hingga setiap orang dapat menilai siapakah makhluk mulia yang telah dizdalimi haq saudaranya. Kawan tahukah kamu bahwa aku sedang berjihad. Aku sedang berjihad dengan memelihara cinta yang diridhai Rabbku dan Dia sedang berjihad dengan hartanya. Ayolah kawan, Dia dan dia tetangga (saudara)mu sedang butuh bantuanmu maka muliakanlah dirimu dengan memulai memuliakan tetangga (saudara) dekatmu.

Terima kasih ya Rabb, Tiada nikmat yang lebih baik dari rasa persaudaraan yang engkau turunkan kepada kami, Umat yang terbaik yang dilahirkan karena menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran.

Iklan

Perihal At-Thulab
simple

One Response to Kawan Aku Sedang Berjihad.

  1. kolomkiri says:

    lakukan jihad dengan cinta…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: