Antara Khotbah Jumat dan Rasa Kantuk


Bismillah

Hari Jumat adalah hari yang agung olehku, olehmu, dan oleh dia. Mengapa oleh kamu? karena kamu adalah seorang muslim. Mengapa oleh dia? karena dia adalah orang yang menunggu hari jumat untuk mengambil berkahnya. hari jumat sering membuatku gugup. Bukan karena aku takut tidak melaksanakan salah satu kewajiban dari kodratku sebagai seorang laki laki yang apabila kutinggalkan maka aku dianggap bukan seorang muslim akan tetapi aku gugup tidak sabar menanti masa di saat dua khutbah. aku gugup yang pada masa itu aku mau berdoa apa?. Aku bukannya hanya hidup di dunia ini dari perbuatanku semata. aku hidup di dunia ini juga dikarenakan aku bersandar pada keyakinanku, bersandar pada harapan. Hal inipun bukan hanya aku yang gugup, mungkin saja kamu ataupun dia yang pada saat khotib menyudahi khutbah pertama secara spontan menengadahkan tangan dan mengeluarkan harapan yang kamu yakini akan terkabul pada masa itu. masa diantara dua khutbah.

Sahabatku, sebenarnya aku bingung mau memberikan judul apa pada tulisanku kali ini.  Mulanya ingin kuberi judul masa diantara dua khutbah. Akan tetapi aku, kamu, dan dia sering melupakan masa itu, ataupun sebaliknya hanya mementingkan masa itu akan tetapi essensi dari khutbahnya sering kalian nafikkan. Kamu akan melihat aku dengan khusuknya menutup mata dengan kepala menunduk tanda aku sudah berada di alam lain. Kamupun akan melihat dia yang berada di sebelahku dengan mata yang masih rajinnya terbuka akan tetapi sinyal sinyal otaknya masih berada di tempat lain.

Aku berdalih lebih baik tidur dari pada mendengarkan khutbah dari khotib yang materinya membosankan ataupun cara penyampaiannya kurang bersemangat. Dia lebih parah lagi, sudah datangnya telat…eh malah ngajak ngobrol aku yang sedang ngantuk berat. jelaslah kugubris dia yang karena mungkin belum dapat materi agama makin menjadi dengan mengajak kamu ngobrol. untungnya yang di samping kananku sudah tidur pulas sehingga sumber keributan hanya di dominasi oleh dia dan khotib. Sungguh celaka aku, kamu dan dia.

berhubung sudah lapar dan kakakku sudah mulai cerewet di hp untuk mensugestikan (aku) agar beranjak makan maka sekian dulu ya saudaraku.

alhamdulillah 🙂

Iklan

Perihal At-Thulab
simple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: