Tulisan menyambut Ramadhan


Bismillahirahman…

oh iya ramadhan akan tiba…
mau nulis apa rif
nulis hasil renungan diri yang insya Allah bukan hal yang sia sia.

… sebenarnya ini bukan imsomnia tapi sekedar meluangkan waktu buat menulis.
walaupun sebenarnya kualitas dari tulisan saya mungkin perkembangannya kurang baik kayak anak yang mengidap kelainan pertumbuhan.

ini bukan diary ke duaku tapi ini adalah suatu bentuk dimana pikiran sedang gelisah. tapi sebelumnya buang dulu segala persangkaan atas kata gelisah yang oleh orang orang “awam” ataupun yang sering saya baca di kaskus untuk topik heart to heart yang semakin sempit pola pikirnya bahwa kata gelisah sering dipakai untuk permasalahan akan kisah cinta.

mengapa saya gelisah?…
sebelumnya akan saya flashback pada saat saya memasang status di salah satu situs jejaring sosial yang isinya ” kenapa sulit sekali mengungkapkan isi hati dari pada ( apa yang di pikirkan)? ” saya sulit sekali mengatakan apa maksud hati. bukan maksud hati curhat ataupun menyatakan rasa tapi hati yang di mana di dalamnya terdapat Ilmu dan Hikmah. Saya tidak menafikkan bahwa di hati juga tersimpan rasa ( cinta, benci, simpati, dll ). Saya juga tidak menafikkan fitrah saya bahwa saya dikaruniai rasa Cinta, baik kepada Sang Khaliq maupun kepada Mahluknya. Akan tetapi yang akan saya bahas di catatan tengah malam kali ini adalah sesuatu yang terjadi pada diri saya dan telah saya temukan jawaban atas sebagian pertanyaan yang berasal dari kegelisahan pribadi.

satu kata yang mewakili kegelisahan hati saya yaitu maksiat. tanpa kusadari tapi pasti, tanpa dirasa tapi telah terasa. tapi mau bagaimana lagi wahai Arafa yang harusnya Arafa ala qalbika. kondisi lingkungan yang memang begitu. Sistem yang Ihtilat dan segala macam bumbu yang tanpa sadar kau nikmati dengan panca inderamu.

imam syafi’i pernah mengeluhkan atas hafalannya yang lemah, dan hal itu akhirnya menjadi sumber kegelisahanku. cahaya ilmu dan hikmah yang telah lama engkau ukir di tembok hatimu perlahan lapuk, rusak, dan hilang tak berbekas. inilah sumber kegelisahan hati yang selalu kurasakan.

beberapa hari ini, “bad habit” Ku sering kambuh dan hal itulah yang membuatku bersyukur karena hal itulah yang mengingatkanku. bahwa Kum ( bangkitlah ), renovate kembali hatimu, bakar kembali jiwamu dengan segala Ilmu dan Hikmah. dekati kembali “sumber Cahaya diatas Cahaya”. Bulan yang di Muliakan akan segera datang, sambutlah dengan segala daya.

kembalikan lagi cita citamu rif
cita cita dimana…
engkau menjadi Abu-Bakar Ash Shidiq yang dekat dengan RasuluLLAH
engkau menjadi Umar Bin Khatab yang menggetarkan lawan
engkau menjadi Usman Bin Affan yang lemah lembut penuh kasih
engkau menjadi Ali Bin Abi Thalib yang menjadi gerbang ilmu
engkau menjadi ……………
……………………..

……….wahai sahabatku, saudaraku, dan siapa saja yang tanpa sengaja membaca goresan di kertas maya ini.
ambillah ibrah, dan jangan pernah bermain main di lubang maksiat karena pasti engkau akan jatuh ke dalamnya.

oh iya, ini tentang hobi saya yang melihat langit malam, tadi banyak yang negur đŸ™‚
lagian kapan batukku kan reda ya?…haha santai aja.

hooooaaammmm

ngantuk… oh iya semangka ya menghadapi ramadhannya

welcome ramadhan

huruf arab

Iklan

Perihal At-Thulab
simple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: